Schneider GV3L40 Magnetic Motor

Kesalahan Yang Sering Terjadi Dalam Pemakaian Pengaman Motor

Karena adanya perbedaan karakteristik dari beban pada saat dijalankan “on” antara beban distribusi (gambar 1) dan beban motor (gambar 2) maka dibutuhkan jenis pengaman yang berbeda untuk masing-masing beban.

Beban distribusi (gambar 1) dan beban motor (gambar 2)

Perubahan karakteristik pengaman beban lebih menyebabkan peralatan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga dapat menyebabkan motor terbakar saat arus beban lebih. Untuk mengatasi masalah tersebut, gunakanlah“Motor Circuit Breaker” tipe GV.

Motor kontrol dan proteksi :

Dengan menggunakan tipe breaker motor yang benar (GV), akan didapatkan proteksi yang baik terhadap manusia dan instalasi, sesuai dengan IEC 947. Pada saat ini dipasarkan jenis GV sebagai berikut :

Thermal Magnetic Motor Circuit Breaker
Motor Circuit Breaker Schneider Type GV2ME

Motor CB tipe GV2ME:

  • Digunakan sebagai starter manual maupun bersamaan dengan kontaktor
  • Mengkombinasikan proteksi hubung singkat dan beban lebih
  • GV3 menggunakan teknologi terbaru EverLink untuk menjamin ketahanan koneksi
  • Kapasitas pemutusan dari 15 kA sampai 100 kA
Schneider GV2P02 Thermal Magnetic
Motor Circuit Breaker Tipe GV2P

Motor CB tipe GV2P :

  • Untuk pengoperasian bersamaan dengan kontaktor
  • Mengkombinasikan proteksi hubung singkat dan beban lebih
  • GV2 menggunakan teknologi terbaru 2 kontak per kutub untuk kapasitas pemutusan yang tinggi
  • Rotary handle dengan posisi on-off-trip
  • Kapasitas pemutusan dari 50 kA sampai 100 kA
Schneider GV2L03 Magnetic Motor Circuit Breaker
Motor Circuit Breaker Tipe GV2L

Motor CB tipe GV2L

  • Digunakan pada asosiasi 3 komponen (dengan kontaktor dan pengaman beban lebih)
  • Hanya untuk proteksi hubung singkat
  • GV2L menggunakan teknologi terbaru 2 kontak per kutub untuk kapasitas pemutusan yang tinggi
  • Rotary handle dengan posisi on-off-trip
  • Untuk aplikasi kelas 20 atau proteksi group
  • Kapasitas pemutusan dari 35 kA sampai 100 kA (GV2-L)

Motor CB tipe Thermal Magnetic  (GV2-ME, GV2-P, GV3-ME, GV7-R).

Motor CB tipe Magnetic (GV2-L)

Schneider DOL Starter

CONTROL DIRECT ONLINE STARTER ATAU DOL STARTER

Direct Online Starter adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris, yang berarti “Langsung Nyala”. Jenis kontrol ini adalah metode pengaturan yang paling dasar sekali dalam dunia kendali-mengendalikan motor. Biasanya digunakan untuk proses yang cuma membutuhkan motor bisa dihidupkan kapanpun dimanapun semua suka dengan arah putaran tertentu, jika ingin bisa dua arah ada kontrol maju-mundur atau yang dinamakan “forward-reverse”.

Penyambungan Rangkaian Motor On Off (interlock)
Gambar wiring forward reverse
Gambar wiring star delta

Macam-macam dan Fungsi Panel Pada Genset

Genset sendiri terdiri dari panel-panel yang identik terhadap pengontrolan dan dirancang secara manual ataupun otomatis untuk generator listrik. Biasanya panel ini ada yang bersifat digital maupun konvensional. Sebenarnya panel-panel generator seti itu terbagi menjadi Panel ATS (Automatic Transfer Switch), Panel AMF (Automatic Main Failure) dan Panel Synchronizing Generator. Adapun masing-masing penjelasan tentang panel pada generator set di atas, adalah sebagai berikut :

  1. Panel AMF (Automatic Main Failure)
    Adalah panel listrik dengan fungsinya mengontrol sistem on atau off pada mesin generator dengan otomatis. Dimana bila listrik utama telah mengalami pemutusan pada sumber dayanya dengan begitu panel kontrol menyalakan mesin generator set dengan otomatis. Selain itu bila sumber listrik yang utama menyala lagi dengan begitu panel kontrol pun langsung otomatis mematikan mesin tersebut pula. Umumnya panel generator set yang satu ini dikombinasikan dengan panel pada generator set ATS, yang umumnya disebut juga dengan nama Panel ATS-AMF.
  2. Panel Synchronizing Generator
    Adalah panel yang satu ini termasuk panel listrik di rancang agar menggabungkan 2 maupun sumber listrik yang lebih dari generator, yakni melakukan paralel generator. Adapun fungsi dari melakukan paralel genset ini yaitu untuk memperoleh sumber dari daya listrik lebih besar terhadap jalur transmisi sama. Satu hal yang pasti mempunyai ketentuan yang wajib diterapkan berhubungan dengan urutan fasa, frekuensi dan tegangan efektif. Adapun panel generator set jenis ini umumnya dirancang demi mempunyai sumber listrik di atas 1 sumber.
  3. Panel ATS (Automatic Transfer Switch) untuk genset sendiri
    Adalah panel listrik dengan fungsi mengendalikan 2 sumber aliran listrik yang bisa ditangani secara otomatis dan aman tentunya. Panel genset ATS ini sebenarnya cocok bila di pakai di pabrik, kantor ataupun rumah yang menginginkan sistem keamanan ketika perpindahan sumber aliran listrik yang utama menuju sumber listrik secara alternatif.

Adapun 3 jenis dari panel kontrol tersebut adalah panel listrik di mana penggunaannya sangat erat dengan generator set, dengan begitu wajar jika disebut juga dengan panel generator set. Walaupun masih banyak sekali bermacam-macam panel lainnya, seperti panel listrik LVMDP, panel listrik lightening, panel kapasitor bank dan sebagainya.
Prinsip Kerja dan Fungsi Rangkaian Kontrol Panel ATS

Cara kerja dari rangkaian kontrol panel genset ATS, dalam kondisi suplay PLN atau utama yang bekerja biasanya kontraktor PLN. Di mana kontraktor PLN bekerja jika arus listrik akan mengalir lewat MCB PLN. Bila terjadi pemadaman secara otomatis oleh PLN maka rangkaian pun tak akan aktif, rangkaian ini pun siap menunggu sampai listrik PLN menyala lagi, dengan begitu suplai generator set pun masuk kembali. Bila yang masuk merupakan listrik generator dengan begitu rangkaian secara otomatis melakukan suplai listrik pada generator menuju beban dengan otomatis lewat kontak NC Relay, Kontak NC kontraktor PLN, dan MCB GNS untuk dapat mengaktifkan kontraktor pada GNS.

Lalu, bila sumber listrik dari PLN menyala kembali, dengan begitu rangkaian pun secara otomatis akan memutus sumber aliran listrik pada generator, lewat pengaktifan bagian kotak relay. Di saat yang bersamaan, kontak pada NO Timer atau Normally Open Timer menunggu agar bisa terhubung sesuai pengaturan waktu. Dengan begitu mengalirkan sumber arus listrik menuju kontraktor PLN. Di mana lewat masuknya aliran listrik di PLN sehingga semua coil pun pada kondisi yang tidak aktif. Dengan begitu rangkaian aman serta boleh dirakit. Untuk merakit panel ATS ini memerlukan box panel, timer atau on delay, MCB, socket relay, socket timer, kabel, kabel ties, terminal konektor, kontraktor dan juga lampu indikator.

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa disimpulkan di mana generator berperan begitu vital untuk menyediakan segala keperluan sumber daya secara alternatif. Panel-panel utama yang terdapat pada generator set memberikan fungsi yang berbeda-beda demi menunjang kinerja dari generator listrik itu sendiri. Seperti halnya fungsi dan prinsip kerja pada sistem kontrol panel ATS yang terdapat pada genset sebagai pengontrol sumber aliran listrik.

Cara Aman Menyambung

Cara Aman Menyambung dan Crimping Skun Kabel Listrik

Cara Aman Menyambung dan Crimping Skun Kabel Listrik – Pada saat kita menggunakan kabel listrik, tentunya tidak terlepas dengan proses sambung-menyambung kabel listrik. Baik itu menyambung antar kabel, kabel ke terminal, ataupun kabel ke PCB (Printed Circuit Board).

Berbagai Cara Menyambung Kabel

Cara Aman Menyambung kabel listrik yang aman ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan, diantaranya adalah :

  1. Menyambung dengan menggunakan simpul (antar kabel)
  2. Menggunakan solder dan timah (antar kabel, terminal, atau PCB)
  3. Menyambung dengan menggunakan skun (antar kabel dan terminal)

Metode-metode penyambungan yang telah disebutkan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Menyambung Menggunakan Simpul (Sambungan Ekor Babi)

Jika dilihat dari sisi kemudahannya, menyambung menggunakan simpul adalah yang paling mudah dilakukan karena tidak memerlukan alat khusus.

Hanya dengan mengupas kabel dan menyambungnya dengan cara memuntir kedua kabel atau menggunakan simpul, kabel sudah tersambung. Sambungan kabel listrik model ini sering disebut juga dengan istilah sambungan ekor babi.

Namun tentunya dengan cara ini jika simpul yang digunakan kurang bagus, maka saat kabel tertarik kabel akan mudah putus

Menyambung Menggunakan Solder dan Timah

Jikadilihat dari sisi kekuatan sambungan, menyambung dengan menggunakan solder dan timah tentunya akan membuat sambungan bersifat permanen dan kuat.

Menyambung Menggunakan Skun

Nah, jika kalian ingin membuat sambungan yang semi permanen (dapat dilepas pasang namun memiliki sambungan yang kuat), maka menggunakan skun kabel listrik adalah cara yang tepat.

Di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai skun kabel listrik secara rinci dan bagaimana cara tepat menggunakan benda kecil serbaguna ini.

Skun Kabel Listrik

Skun sendiri adalah terminal atau konektor yang dapat dipasang pada kabel secara bebas (free hanging-tidak menggunakan rumah soket). Bahan dari skun ini juga bermacam-macam mulai dari tembaga, kuningan, sampai alumunium.

Bahan terbaik dari skun adalah skun tembaga karena skun tembaga tidak mudah berkarat dan memiliki usia pakai yang panjang.

Selain bahannya, bentuknya dan ukurannya pun bermacam-macam mulai dari yang berbentuk snap on sampai yang menggunakan baut.

Untuk memilih bentuk skun kabel ini tentunya sesuaikan juga dengan kebutuhan dan ukuran kabel yang kalian gunakan.

Cara Memasang Skun yang Benar

Lalu bagaimana cara memasang skun kabel yang baik dan benar sehingga kabel dan skun kuat terpasang? Ada 3 cara untuk memasang skun ini ke kabel yaitu:

Pertama, dengan menggunakan tang long nose

Cara ini adalah yang paling mudah karena tool-nya mudah ditemukan dan harganya tidak terlalu mahal. Caranya cukup mudah, kalian tinggal mengupas kabel dan menempatkan pada skun lalu menguncinya dengan tang long nose ini dan jangan lupa untuk mengecek kekuatan sambungan dengan cara menariknya.

Namun yang perlu diperhatikan jika kalian menggunakan tang ini adalah sering kali pengunci kabel pada skun tidak ter-crimp atau terpasang dengan baik sehingga kabel mudah lepas dari skunnya dan cukup sulit untuk membuat bentuk penguncian yang bagus.

Jad pastikan kalian menguncinya dengan cukup baik sehingga menghasilkan sambungan kabel dan skun yang kuat.

Kedua, dengan menggunakan crimper atau crimping tool

Namun tools ini selain harganya cukup mahal, jenisnya pun bermacam-macam sesuai dengan bentuk skun yang digunakan. Meskipun ada crimper yang universal, tetapi untuk pemakaiannya tetap terbatas untuk jenis skun tertentu.

Jadi jika kalian ingin menggunakan crimping tool ini sesuaikan dengan skun yang kalian gunakan. Tentunya crimping tool ini akan menghasilkan sambungan dan penguncian yang sangat kuat dan rapi.

Ketiga, dengan menggunakan solder dan timah

Jika kalian menginginkan sambungan yang kuat pada skun, maka solder dan timah dapat memberikan hasil tersebut. Namun penggunaan solder dan timah akan cukup sulit pada jenis skun tertentu, seperti skun yang memiliki insulator karena dengan mudah insulator akan meleleh jika dipanaskan.

Selain itu, penggunaan timah yang terlalu banyak juga membuat skun tidak dapat terpasang dengan baik pada terminal atau skun lain karena terhalang oleh timah, sehingga pastikan kalian menggunakan timah secukupnya.

Schneider ATV320U04N4C Inverter 0.37kW

Fungsi Dan Pengertian Inverter Beserta, Manfaat, dan Jenisnya

Fungsi Dan Pengertian Inverter – Inverter merupakan teknologi peralatan listrik dengan fungsi penting dalam dunia elektronika dan kelistrikan. Inverter berperan sebagai konverter daya yang dapat mengubah arus searah atau DC (arus searah) menjadi arus bolak-balik atau arus bolak-balik (alternating current) dan sebaliknya dengan efek yang sama. Selain berfungsi sebagai trafo arus, juga dapat menggunakan rangkaian inverter untuk mengatur atau menstabilkan tegangan pada keluaran daya yang dihasilkan.

Di sirkuit inverter, semua pengaturan seperti frekuensi, arus, torsi, kecepatan, dll. dimungkinkan. Oleh karena itu, saat menggunakan inverter, tegangan yang dihasilkan tetap stabil dan dapat diatur sesuai kebutuhan. Berbeda dengan stabilizer, stabilizer hanya menstabilkan arus tanpa mengubah tegangan. Prinsip pengoperasian dan fungsi inverter tidak berubah sejak awal, namun saat ini perkembangannya memungkinkan kita untuk menemukan banyak jenis inverter dengan karakteristik dan fungsi yang unik termasuk sistem cadangan seluler, portabel, dan darurat. Komponen umum dari sistem semacam itu adalah akumulator yang menyerap dan memancarkan energi dalam bentuk arus searah (DC). Sebaliknya, jaringan utilitas menyediakan beban arus bolak-balik (AC).

Arus bolak-balik adalah bentuk listrik standar untuk segala sesuatu yang “terhubung” ke sumber listrik (berguna untuk transmisi jarak jauh). Inverter mengubah arus searah menjadi arus bolak-balik dan juga mengubah tegangan. Hal ini memungkinkan sistem catu daya independen berbasis baterai untuk memberi daya pada perangkat tradisional melalui kabel rumah tradisional. Ada banyak cara untuk menggunakan DC secara langsung, tetapi jika permintaan daya melebihi “kabin” paling sederhana, diperlukan inverter.

Fungsi Dan Pengertian Inverter

Jenis-Jenis Inverter

Berikut ini terdapat beberapa jenis inverter yang lazim digunakan, diantaranya:

Square WaveInverter

Yakni jenis inverter yang hasil arus kontennya sangat stabil. Namun, inverter jenis ini tidak cocok digunakan untuk beberapa jenis mesin, seperti motor atau transformer. Inverter Square Wave merupakan salah satu jenis inventer pelopor dalam sejarah perkembangan inverter.

Modified Sine Wave Inverter

Inverter jenis ini menghasilkan arus yang kurang lebih sama dengan Inverter Square Wave, hanya saja menghasilkan arus yang akan menghilang (nolvoltasi) beberapa saat sebelum menjadi arus positif dan negatif. Inverter jenis ini sangat sederhana dan ekonomis, sangat cocok digunakan untuk berbagai jenis perangkat elektronik.

Pure Sine Wave Inverter

Inverter jenis Pure Sine Wave ini menghasilkan gelombang sinus yang nyaris sempurna. Namun, desainnya yang lebih rumit membuat biaya yang diperlukan untuk pemasangnya menjadi jauh lebih besar.

Multilevel Inverter

Inverter jenis ini berfungsi mempersatukan tegangan dari berbagai tingkat arus langsung sebagai inputnya, dan jumlah tegangan yang dapat diatur sesuai keinginan. Keuntungan penggunaan inverter multi level adalah menurunnya nilai daya dari alat elektronik tersebut sehingga menjadi lebih ekonomis.

Stand-alone Inverter

Inverter jenis ini sering digunakan untuk mengonversi arus langsung dari sumber energi, seperti pada instalasi panel surya atau kincir angin yang umum digunakan untuk memenuhi daya listrik di industri kecil.

rccb vs rcbo

Pengertian & Perbedaan RCCB, RCBO Schneider

Pengertian

RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

Residual Current Circuit Breaker atau RCCB adalah sebuah alat pengaman instalasi listrik yang berfungsi untuk memutus aliran listrik ketika terjadi gangguan berupa kebocoran arus. Kebocoran arus yang dimaksud adalah ketika ada kegagalan isolasi dan mengakibatkan seseorang tersetrum / tersengat listrik. Atau ketika ada kebocoran isolasi yang mengakibatkan arus listrik mengalir ke konduktor lainnya yang seharusnya tidak dialiri oleh listrik.

RCBO (Residual Current Circuit Breaker with Over Current Protection)

RCBO adalah sebuah alat hasil penggabungan dari MCB dan ELCB yang berfungsi untuk memutus aliran listrik ketika terjadi Kebocoran arus, hubung singkat dan beban berlebih. Jadi pada dasarnya RCBO ini merupakan gabungan dari MCB dan ELCB dimana mempunyai fungsi dari dua alat tsb yang dikemas dalam satu produk. Hal tsb membuat alat ini menjadi pengaman instalasi listrik dengan fitur lengkap dan bentuk yang kecil dan minimalis.

Perbedaan RCCB & RCBO

RCBO tidak memiliki perlindungan berlebih, berbeda dengan RCBO yang memiliki perlindungan beban berlebih. RCCB tidak memiliki perlindungan hubungan singkat sendangkan pada RCBO memiliki perlindungan hubungan Arus singkat, RCBO memiliki perlindungan arus bocor yang tidak dimiliki oleh RCCB. Dalam segi ukuran ukutub RCBO lebih kecil dengan ukuran 18mm sedangkan pada RCCB 36mm. Dalam segi perlindungan kebakaran RCCB lebih unggul dibandingkan dengan RCBO, pada RCCB sensivitas arus bocor pada 30mA dan 300mA, sedangkan pada RCBO sensivitas arus bocornya hanya 30mA. Sensivitas arus bocor pada 30mA merupakan perlindungan terhadap manusia, sedangkan 300mA merupakan perlindungan terhadap kebakaran baik di pabrik maupun rumah.

Internet of Things (IoT) Untuk Memudahkan Pekerjaan

Internet of Things (IoT) Untuk Memudahkan Pekerjaan

Pengertian Internet of Things (IoT)

Internet of Things (IoT) atau yang biasa disebut Internet of things adalah perangkat dan benda yang bertujuan untuk melakukan transfer serta melakukan transmisi data melalui jaringan internet dan wireless. Internet of things atau IoT ini juga berfungsi untuk membantu pekerjaan manusia menjadi lebih mudah.

Fungsi dari internet of things sendiri adalah untuk mendukung masyarakat untuk memiliki pemahaman perihal dunia yang ada di sekitar kita serta perkembangannya. Internet of things dapat memudahkan semua pekerjaan manusia titik berikut adalah beberapa contoh internet of things dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa Contoh Internet of Things (IoT) Dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Colokan Listrik Pintar

Contoh dari colokan listrik pintar ini adalah lampu dan oven yang memiliki colokan listrik yang terkoneksi dengan wifi yang berhubungan dengan produk elektronik. Cara menggunakan listrik pintar ini Anda tinggal mematikan atau menghidupkan koneksi listrik pada jangkauan internet pada smartphone yang langsung terhubung ke stopkontak.

Dengan internet of things di saat lupa mematikan lampu atau elektronik saat kita berada di luar rumah kita hanya butuh mematikannya melalui smartphone yang langsung terhubung dengan internet.

2. Kulkas Pintar

Keunggulannya adalah kita bisa melihat ketersediaan minuman atau makanan yang terdapat di dalam kulkas kita. Oleh sebab itu, di saat kita berada di luar rumah kita bisa melihat barang-barang di dalam kulkas apakah makanan atau minuman yang ada di dalam kulkas harus kita beli ataukah tidak. Semua itu bisa kita lihat melalui smartphone yang langsung berhubungan dengan smartphone kita.

3. Penyiraman Otomatis

Penyiraman otomatis ini sudah tersedia di kota-kota besar yang ada di Indonesia seperti bundaran tugu tani yang ada di kota Jakarta. Tanaman di tugu tani sudah menggunakan teknologi penyiraman otomatis tanpa harus menunggu petugas untuk menyiram dengan berkeliling. Cara kerja penyiraman otomatis ini adalah dengan membuatkan jadwal penyiraman yang langsung terhubung ke jaringan wifi.

4. Bus Surabaya

Transportasi yang menjadi andalan warga Surabaya ini sudah mengaktifkan fitur QR di saat pengguna menunggu bus di halte. Cara mengetahui bus yang sudah berangkat, dan juga mengetahui posisi bus terdekat. Tidak tanya disitu sistem ini juga memberi notifikasi disaat aku sudah dekat, dan pengguna bisa mengetahui kapan waktu bus akan tiba.

5. Smart Home

Smart home berfungsi untuk menjaga keamanan rumah. Dengan sistem ini anda bisa mengetahui kondisi detail rumah anda. Sistem ini langsung terhubung dengan internet dan wifi, sehingga smart home ini bisa mendeteksi setiap pergerakan yang ada di dalam rumah. Salah satu contohnya yaitu menyalakan lampu, menyalakan televisi, menutup pagar, dan masih banyak yang lainnya.

Banyak sekali manfaat menggunakan teknologi ini titik tidak hanya membantu pertanian dan perindustrian, tetapi internet of things untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari manusia.

Internet of Things Untuk Pertanian

5 Manfaat Internet of Things Untuk Pertanian

Penerapan Internet of Things untuk pertanian mampu menjadi solusi bagi problematika di bidang sektor pertanian. Internet of Things atau yang biasa disebut IoT bisa memberikan perubahan serta menyediakan teknologi yang membuat pasokan logistik pertanian menjadi lancar.

Oleh karena itu pengaplikasian internet of things sangat tepat untuk diterapkan pada bidang pertanian. Berikut adalah lima manfaat internet of things pada bidang pertanian.

5 Manfaat Internet of Things Untuk Pertanian

Maksimalkan produk

Permintaan pasar perihal hasil pertanian serta memaksimalkan produk mampu adalah hal yang diharapkan dalam pertanian. Untuk itu petani memerlukan keputusan yang tepat, yakni membutuhkan data perihal kondisi cuaca. Teknologi berbasis internet ini dapat membantu para petani dalam pemetaan GPS serta aplikasi penyimpanan data untuk mengetahui emisi lingkungan.

Pest Control / Penanganan Hama

Pest control berfungsi untuk memantau jumlah hama dalam bentuk sensor jaringan untuk membentuk pengendalian dan pengelolaan hama. Apabila sensor bisa mendeteksi adanya hama, secara otomatis akan dikirim melalui pengendalian hama untuk mengambil tindakan. Kegiatan ini bisa membuat tanaman lebih sehat karena dengan pest control ini mampu menggantikan pestisida.

Sensors

Pemanfaatan Sumber Daya Secara Efektif

Kebutuhan air dari suatu lahan pertanian hampir sebesar 81%. Jadi, harus dilakukan dengan efektif. Musuh utama gagal panen adalah kurangnya unsur hara dan juga air. Oleh sebab itu, keduanya harus dikendalikan serta dikelola dengan akurat dan juga detail. Dengan adanya IoT, petani bisa mengetahui kekurangan atau kelebihan dari komponen utama sedini mungkin, sehingga petani bisa segera menyesuaikan kebutuhan lahan.

Penerapan Internet of Things Untuk Monitoring

Tidak hanya itu penerapan ini selain memaksimalkan hasil tapi juga estimasi waktu karena kegiatan ini menggunakan sensor dan beberapa peralatan khusus. Sehingga petani dapat mengukur sekaligus mendeteksi perkembangan tanaman berbasis teknologi usaha tani. Tidak hanya itu petani dapat memahami kesehatan tanaman yang ditanam secara nyata.

Memaksimalkan Operasi Produksi

Kegiatan produksi pada bidang pertanian meliputi penumpukan, penyemprotan hama, dan juga pemanenan. Semua kegiatan ini menggunakan alat khusus dengan begitu petani bisa menemukan lokasi secara real. Fungsi dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk menganalisa dan juga menentukan lokasi efektif untuk operasi produksi yang akan berdampak pada kegiatan pertanian.

Dengan adanya internet of things yang bermanfaat pada sektor pertanian sehingga bisa meningkatkan produktivitas pertanian, penggunaan air yang akurat serta hasil yang sesuai dengan keinginan. Yuk, segera menerapkan teknologi internet of things di lahan anda.

Capacitor Package Detuned Reactor

Pengertian Kapasitor, Cara kerja, Prinsip dan Besaran

Pengertian Kapasitor

Kapasitor (Capacitor) adalah suatu alat elektronik yang mampu menyimpan elektron dalam jangka waktu  tertentu atau suatu alat elektronik yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik yang terdiri dari dua buah penghantar dan dipisahkan oleh suatu bahan isolator ( bahan dielektrik) masing-masing penghantar disebut chip.

Capacitor atau kondensor menurut Michael Faraday (1791-1867) pada dasarnya adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan dalam medan listrik, dengan  mengumpulkan ketidakseimbangan di dalam muatan  atau komponen listrik yang mampu menyimpan muatan  listrik yang dibentuk oleh permukaan yang saling berhubungan yang dipisahkan oleh isolator.

Ketika capacitor dihubungkan ke sumber tegangan, pelat atau pelat diisi dengan elektron. Ketika elektron dipisahkan dari satu pelat ke pelat lainnya, muatan  akan berada di antara dua pelat. Muatan ini disebabkan karena muatan positif pada pelat kehilangan elektron dan muatan negatif pada pelat kehilangan elektron.

Seperti  halnya resistor, capacitorr terdiri dari salah satu komponen pasif yang banyak digunakan dalam pembuatan rangkaian elektronika. capacitor berbeda dari capacitor dalam hal mereka menyimpan muatan listrik, terutama bila tidak ada perubahan kimia dalam bahan capacitor. Pengertian lain dari capacitor adalah komponen elektronika yang mampu menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Capacitor atau biasa disebut dengan kondensor adalah komponen listrik yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menyimpan muatan listrik.

Prinsip  capacitor secara umum sama  dengan resistor, juga termasuk dalam kelompok alat pasif, yaitu jenis alat yang bekerja tanpa  arus bias. capacitor terdiri dari dua buah penghantar (pelat logam) yang dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator). Isolator isolator ini sering disebut sebagai bahan  dielektrik.

Dielektrik yang digunakan untuk mengisolasi dua konduktor dari komponen ini dapat digunakan untuk membedakan berbagai jenis capacitor. Beberapa pengertian capacitor yang menggunakan bahan dielektrik antara lain  kertas, mika, plastik cair, dll.

Jika kedua ujung pelat logam diberi energi, muatan positif akan menumpuk di salah satu pin logam (elektroda)  dan pada saat yang sama muatan negatif akan menumpuk di ujung logam lainnya. Muatan positif tidak dapat  menuju ujung katoda dan sebaliknya muatan negatif tidak dapat menuju  ujung anoda, karena dipisahkan oleh  dielektrik non-konduktif.

Muatan  ini “disimpan” selama tidak ada konduksi di ujung pin. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik dalam sebuah capacitor disebut kapasitansi atau kapasitansi. Kapasitansi didefinisikan sebagai kapasitas capacitor untuk menerima muatan. Coulomb pada abad ke-18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6,25 x 1018 elektron.

Kapasitor

Selanjutnya, Michael Faraday berhipotesis bahwa  kapasitor akan memiliki kapasitas 1 farad jika, dengan tegangan 1 volt, dapat membawa muatan elektron. Rumusnya dapat ditulis: Q = CV Dimana: Q = muatan  dalam C (capacitor) C = nilai kapasitansi dalam F (farad) V = beda potensial dalam V (volt) Dalam praktek Untuk fabrikasi kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas pelat logam (A), jarak (t) antara dua pelat logam (ketebalan dielektrik) dan konstanta dielektrik (k) bahan. Dengan rumus dapat ditulis sebagai: C = (8,85 x 1012) (k A/t) Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik sederhana Vakum k = 1 Aluminium oksida k = 8 Keramik k = 100 – 1000 Kaca k = 8 Polonium k = 3

Kemampuan kapasitor untuk menerima muatan. Coulomb pada abad ke-18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6,25 x 1018 elektron. Selanjutnya, Michael Faraday berhipotesis bahwa  kapasitor akan memiliki kapasitas 1 farad jika, dengan tegangan 1 volt, dapat membawa muatan elektron.

Dengan rumus dapat ditulis :

Q = CV

Dengan asumsi :

Q =  muatan elektron C (Coulomb)

C = nilai kapasitans dalam F (Farad)

V = tinggi tegangan dalam V (Volt)

Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut :

C = (8.85 x 10^-12) (k A/t)

Cara Kerja, Prinsip dan Besaran Kapasitor

Cara kerja kapasitor

Cara kerja kapasitor dalam  rangkaian melibatkan aliran elektron melalui kapasitor. Ketika kapasitor diisi dengan elektron, tegangan berubah. Kemudian elektron akan keluar dari  kapasitor dan mengalir ke sirkuit yang membutuhkannya. Dengan cara ini kapasitor akan membuat rangkaian reaktif. Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa meskipun suatu elemen kapasitor memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, fungsi kapasitor tetap penting dalam suatu komponen elektronika atau bahkan suatu rangkaian elektronika.

Mengenai dua pelat atau pelat kapasitor yang dipisahkan oleh isolator, pada dasarnya tidak ada elektron yang dapat melewati ruang antara dua pelat kapasitor. Saat baterai tidak terhubung, kedua bagian akan dalam keadaan netral (tidak terisi). Ketika baterai dihubungkan, titik di mana kawat di katoda terhubung akan menolak elektron, sedangkan titik di mana anoda terhubung akan menarik elektron. Elektron akan tersebar di pelat capacitor. Untuk sesaat, elektron mengalir ke pelat kanan dan elektron  keluar dari pelat kiri; Dalam kondisi ini, arus mengalir melalui kapasitor meskipun tidak ada elektron yang mengalir di ruang antara pelat kapasitor.

Ketika bagian luar chip diisi, chip secara bertahap akan menolak pengisian baru dari baterai. Oleh karena itu, arus di pelat akan berkurang besarnya seiring waktu sampai kedua pelat berada pada tegangan  baterai. Pelat kanan akan memiliki kelebihan elektron yang diukur dengan muatan Q dan pada pelat kiri akan diisi oleh +Q.

Prinsip Pembentukan Kapasitor

Jika dua  atau lebih pelat saling berhadapan dan dibatasi oleh isolasi, pelat bermuatan, kapasitor akan terbentuk  (isolasi yang membatasi kedua pelat disebut dielektrik).

Karena bahan dielektrik yang digunakan berbeda, nama kapasitor diberikan setelah bahan dielektrik. Luas pelat yang menghadap dielektrik dan jarak antara kedua pelat mempengaruhi nilai kapasitansi. Tidak ada kapasitor parasit di sirkuit. Sifat seperti itu disebut kapasitansi parasit.

Hal ini disebabkan oleh adanya komponen tetangga pada konduktor yang berdekatan dan belitan yang berdekatan. Gambar di atas menunjukkan ada dua baffle udara. Jarak antara pelat dinyatakan dalam d dan perbedaan tegangan input.

Besaran Kapasitansi

Kapasitas dari sebuah kapasitor adalah perbandingan antara banyaknya muatan listrik dengan tegangan kapasitor. C = Q / V Jika dihitung dengan rumus C= 0,0885 D/d. Maka kapasitasnya dalam satuan piko farad D = luas bidang plat yang saling berhadapan dan saling mempengaruhi dalam satuan cm2. d = jarak antara plat dalam satuan cm. Bila tegangan antara plat 1 volt dan besarnya muatan listrik pada plat 1 coulomb, maka kemampuan menyimpan listriknya disebut 1 farad. Dalam kenyataannya kapasitor dibuat dengan satuan dibawah 1 farad. Kebanyakan kapasitor elektrolit dibuat mulai dari 1 mikrofarad sampai beberapa milifarad.

Perbedaan Arus Listrik AC Dan DC

Perbedaan Arus Listrik AC DCListrik AC DC memiliki banyak keuntungan untuk penerangan malam hari, yang sudah menggunakan lampu, dan sekarang untuk laundry. Tahukah Anda bahwa banyak orang yang menggunakan mesin cuci elektrik karena listrik jauh lebih praktis dan menghemat tenaga dan waktu? Apakah AC dan DC ada? Mungkin rata-rata orang yang tidak begitu familiar dengan sektor kelistrikan belum memahami apa itu aura AC dan DC sebenarnya. Karena banyak orang yang menggunakan listrik hanya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menggunakannya tanpa belajar bahasa apapun.

Sekarang, saya akan menjelaskan perbedaan antara arus bolak-balik dan arus searah yang sebelumnya tidak saya pahami. Arus bolak-balik sebenarnya adalah arus bolak-balik, arus searah adalah arus searah, dan listrik sebenarnya adalah pergerakan elektron melalui konduktor. Arus bolak-balik (AC) memiliki elektron, yang selalu berubah arah dan kadang-kadang bergerak maju mundur, sedangkan arus searah (DC) memiliki elektron yang bergerak dengan arah yang sama, yaitu tetap maju.

Perbedaan Listrik AC dan DC
Skema frekwensi arus listrik AC dan DC

Perbedaan Listrik AC dan DC

Di bawah ini adalah beberapa perbedaan yang mudah dipelajari antara arus AC dan DC:

1. Arus AC

Arus bolak-balik ini aman untuk transmisi jarak jauh dan juga dapat memberikan lebih banyak daya untuk transmisi. Penyebab arah aliran elektron arus bolak-balik adalah magnet yang menarik lingkaran di sepanjang kawat. Frekuensi arus bolak-balik atau arus bolak-balik adalah 50Hz atau 60Hz, tergantung pada negara penggunaan, dan berubah arah saat mengalir melalui rangkaian. Aliran elektron selama arus bolak-balik selalu bergantian dalam arah maju dan mundur. Arus dapat diperoleh dari generator arus bolak-balik. Parameter pasif arus bolak-balik adalah impedansi.

2. Arus DC

Penyebab arah aliran elektron DC adalah magnet stabil yang diletakkan disepanjang kawat sedangkan frekuensi DC 0 (nol). Arus searah konstan sepanjang waktu. Elektron DC selalu bergerak satu arah atau bisa disebut maju. DC ini dapat diperoleh dari sel atau baterai, parameter pasif DC adalah resistansi, faktor daya DC selalu 1, tetapi jenis DC dapat dikatakan impuls atau murni.