rccb vs rcbo

Pengertian & Perbedaan RCCB, RCBO Schneider

Pengertian

RCCB (Residual Current Circuit Breaker)

Residual Current Circuit Breaker atau RCCB adalah sebuah alat pengaman instalasi listrik yang berfungsi untuk memutus aliran listrik ketika terjadi gangguan berupa kebocoran arus. Kebocoran arus yang dimaksud adalah ketika ada kegagalan isolasi dan mengakibatkan seseorang tersetrum / tersengat listrik. Atau ketika ada kebocoran isolasi yang mengakibatkan arus listrik mengalir ke konduktor lainnya yang seharusnya tidak dialiri oleh listrik.

RCBO (Residual Current Circuit Breaker with Over Current Protection)

RCBO adalah sebuah alat hasil penggabungan dari MCB dan ELCB yang berfungsi untuk memutus aliran listrik ketika terjadi Kebocoran arus, hubung singkat dan beban berlebih. Jadi pada dasarnya RCBO ini merupakan gabungan dari MCB dan ELCB dimana mempunyai fungsi dari dua alat tsb yang dikemas dalam satu produk. Hal tsb membuat alat ini menjadi pengaman instalasi listrik dengan fitur lengkap dan bentuk yang kecil dan minimalis.

Perbedaan RCCB & RCBO

RCBO tidak memiliki perlindungan berlebih, berbeda dengan RCBO yang memiliki perlindungan beban berlebih. RCCB tidak memiliki perlindungan hubungan singkat sendangkan pada RCBO memiliki perlindungan hubungan Arus singkat, RCBO memiliki perlindungan arus bocor yang tidak dimiliki oleh RCCB. Dalam segi ukuran ukutub RCBO lebih kecil dengan ukuran 18mm sedangkan pada RCCB 36mm. Dalam segi perlindungan kebakaran RCCB lebih unggul dibandingkan dengan RCBO, pada RCCB sensivitas arus bocor pada 30mA dan 300mA, sedangkan pada RCBO sensivitas arus bocornya hanya 30mA. Sensivitas arus bocor pada 30mA merupakan perlindungan terhadap manusia, sedangkan 300mA merupakan perlindungan terhadap kebakaran baik di pabrik maupun rumah.

Internet of Things (IoT) Untuk Memudahkan Pekerjaan

Internet of Things (IoT) Untuk Memudahkan Pekerjaan

Pengertian Internet of Things (IoT)

Internet of Things (IoT) atau yang biasa disebut Internet of things adalah perangkat dan benda yang bertujuan untuk melakukan transfer serta melakukan transmisi data melalui jaringan internet dan wireless. Internet of things atau IoT ini juga berfungsi untuk membantu pekerjaan manusia menjadi lebih mudah.

Fungsi dari internet of things sendiri adalah untuk mendukung masyarakat untuk memiliki pemahaman perihal dunia yang ada di sekitar kita serta perkembangannya. Internet of things dapat memudahkan semua pekerjaan manusia titik berikut adalah beberapa contoh internet of things dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa Contoh Internet of Things (IoT) Dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Colokan Listrik Pintar

Contoh dari colokan listrik pintar ini adalah lampu dan oven yang memiliki colokan listrik yang terkoneksi dengan wifi yang berhubungan dengan produk elektronik. Cara menggunakan listrik pintar ini Anda tinggal mematikan atau menghidupkan koneksi listrik pada jangkauan internet pada smartphone yang langsung terhubung ke stopkontak.

Dengan internet of things di saat lupa mematikan lampu atau elektronik saat kita berada di luar rumah kita hanya butuh mematikannya melalui smartphone yang langsung terhubung dengan internet.

2. Kulkas Pintar

Keunggulannya adalah kita bisa melihat ketersediaan minuman atau makanan yang terdapat di dalam kulkas kita. Oleh sebab itu, di saat kita berada di luar rumah kita bisa melihat barang-barang di dalam kulkas apakah makanan atau minuman yang ada di dalam kulkas harus kita beli ataukah tidak. Semua itu bisa kita lihat melalui smartphone yang langsung berhubungan dengan smartphone kita.

3. Penyiraman Otomatis

Penyiraman otomatis ini sudah tersedia di kota-kota besar yang ada di Indonesia seperti bundaran tugu tani yang ada di kota Jakarta. Tanaman di tugu tani sudah menggunakan teknologi penyiraman otomatis tanpa harus menunggu petugas untuk menyiram dengan berkeliling. Cara kerja penyiraman otomatis ini adalah dengan membuatkan jadwal penyiraman yang langsung terhubung ke jaringan wifi.

4. Bus Surabaya

Transportasi yang menjadi andalan warga Surabaya ini sudah mengaktifkan fitur QR di saat pengguna menunggu bus di halte. Cara mengetahui bus yang sudah berangkat, dan juga mengetahui posisi bus terdekat. Tidak tanya disitu sistem ini juga memberi notifikasi disaat aku sudah dekat, dan pengguna bisa mengetahui kapan waktu bus akan tiba.

5. Smart Home

Smart home berfungsi untuk menjaga keamanan rumah. Dengan sistem ini anda bisa mengetahui kondisi detail rumah anda. Sistem ini langsung terhubung dengan internet dan wifi, sehingga smart home ini bisa mendeteksi setiap pergerakan yang ada di dalam rumah. Salah satu contohnya yaitu menyalakan lampu, menyalakan televisi, menutup pagar, dan masih banyak yang lainnya.

Banyak sekali manfaat menggunakan teknologi ini titik tidak hanya membantu pertanian dan perindustrian, tetapi internet of things untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari manusia.

Internet of Things Untuk Pertanian

5 Manfaat Internet of Things Untuk Pertanian

Penerapan Internet of Things untuk pertanian mampu menjadi solusi bagi problematika di bidang sektor pertanian. Internet of Things atau yang biasa disebut IoT bisa memberikan perubahan serta menyediakan teknologi yang membuat pasokan logistik pertanian menjadi lancar.

Oleh karena itu pengaplikasian internet of things sangat tepat untuk diterapkan pada bidang pertanian. Berikut adalah lima manfaat internet of things pada bidang pertanian.

5 Manfaat Internet of Things Untuk Pertanian

Maksimalkan produk

Permintaan pasar perihal hasil pertanian serta memaksimalkan produk mampu adalah hal yang diharapkan dalam pertanian. Untuk itu petani memerlukan keputusan yang tepat, yakni membutuhkan data perihal kondisi cuaca. Teknologi berbasis internet ini dapat membantu para petani dalam pemetaan GPS serta aplikasi penyimpanan data untuk mengetahui emisi lingkungan.

Pest Control / Penanganan Hama

Pest control berfungsi untuk memantau jumlah hama dalam bentuk sensor jaringan untuk membentuk pengendalian dan pengelolaan hama. Apabila sensor bisa mendeteksi adanya hama, secara otomatis akan dikirim melalui pengendalian hama untuk mengambil tindakan. Kegiatan ini bisa membuat tanaman lebih sehat karena dengan pest control ini mampu menggantikan pestisida.

Sensors

Pemanfaatan Sumber Daya Secara Efektif

Kebutuhan air dari suatu lahan pertanian hampir sebesar 81%. Jadi, harus dilakukan dengan efektif. Musuh utama gagal panen adalah kurangnya unsur hara dan juga air. Oleh sebab itu, keduanya harus dikendalikan serta dikelola dengan akurat dan juga detail. Dengan adanya IoT, petani bisa mengetahui kekurangan atau kelebihan dari komponen utama sedini mungkin, sehingga petani bisa segera menyesuaikan kebutuhan lahan.

Penerapan Internet of Things Untuk Monitoring

Tidak hanya itu penerapan ini selain memaksimalkan hasil tapi juga estimasi waktu karena kegiatan ini menggunakan sensor dan beberapa peralatan khusus. Sehingga petani dapat mengukur sekaligus mendeteksi perkembangan tanaman berbasis teknologi usaha tani. Tidak hanya itu petani dapat memahami kesehatan tanaman yang ditanam secara nyata.

Memaksimalkan Operasi Produksi

Kegiatan produksi pada bidang pertanian meliputi penumpukan, penyemprotan hama, dan juga pemanenan. Semua kegiatan ini menggunakan alat khusus dengan begitu petani bisa menemukan lokasi secara real. Fungsi dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk menganalisa dan juga menentukan lokasi efektif untuk operasi produksi yang akan berdampak pada kegiatan pertanian.

Dengan adanya internet of things yang bermanfaat pada sektor pertanian sehingga bisa meningkatkan produktivitas pertanian, penggunaan air yang akurat serta hasil yang sesuai dengan keinginan. Yuk, segera menerapkan teknologi internet of things di lahan anda.

Capacitor Package Detuned Reactor

Pengertian Kapasitor, Cara kerja, Prinsip dan Besaran

Pengertian Kapasitor

Kapasitor (Capacitor) adalah suatu alat elektronik yang mampu menyimpan elektron dalam jangka waktu  tertentu atau suatu alat elektronik yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik yang terdiri dari dua buah penghantar dan dipisahkan oleh suatu bahan isolator ( bahan dielektrik) masing-masing penghantar disebut chip.

Capacitor atau kondensor menurut Michael Faraday (1791-1867) pada dasarnya adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan dalam medan listrik, dengan  mengumpulkan ketidakseimbangan di dalam muatan  atau komponen listrik yang mampu menyimpan muatan  listrik yang dibentuk oleh permukaan yang saling berhubungan yang dipisahkan oleh isolator.

Ketika capacitor dihubungkan ke sumber tegangan, pelat atau pelat diisi dengan elektron. Ketika elektron dipisahkan dari satu pelat ke pelat lainnya, muatan  akan berada di antara dua pelat. Muatan ini disebabkan karena muatan positif pada pelat kehilangan elektron dan muatan negatif pada pelat kehilangan elektron.

Seperti  halnya resistor, capacitorr terdiri dari salah satu komponen pasif yang banyak digunakan dalam pembuatan rangkaian elektronika. capacitor berbeda dari capacitor dalam hal mereka menyimpan muatan listrik, terutama bila tidak ada perubahan kimia dalam bahan capacitor. Pengertian lain dari capacitor adalah komponen elektronika yang mampu menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Capacitor atau biasa disebut dengan kondensor adalah komponen listrik yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menyimpan muatan listrik.

Prinsip  capacitor secara umum sama  dengan resistor, juga termasuk dalam kelompok alat pasif, yaitu jenis alat yang bekerja tanpa  arus bias. capacitor terdiri dari dua buah penghantar (pelat logam) yang dipisahkan oleh bahan penyekat (isolator). Isolator isolator ini sering disebut sebagai bahan  dielektrik.

Dielektrik yang digunakan untuk mengisolasi dua konduktor dari komponen ini dapat digunakan untuk membedakan berbagai jenis capacitor. Beberapa pengertian capacitor yang menggunakan bahan dielektrik antara lain  kertas, mika, plastik cair, dll.

Jika kedua ujung pelat logam diberi energi, muatan positif akan menumpuk di salah satu pin logam (elektroda)  dan pada saat yang sama muatan negatif akan menumpuk di ujung logam lainnya. Muatan positif tidak dapat  menuju ujung katoda dan sebaliknya muatan negatif tidak dapat menuju  ujung anoda, karena dipisahkan oleh  dielektrik non-konduktif.

Muatan  ini “disimpan” selama tidak ada konduksi di ujung pin. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik dalam sebuah capacitor disebut kapasitansi atau kapasitansi. Kapasitansi didefinisikan sebagai kapasitas capacitor untuk menerima muatan. Coulomb pada abad ke-18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6,25 x 1018 elektron.

Kapasitor

Selanjutnya, Michael Faraday berhipotesis bahwa  kapasitor akan memiliki kapasitas 1 farad jika, dengan tegangan 1 volt, dapat membawa muatan elektron. Rumusnya dapat ditulis: Q = CV Dimana: Q = muatan  dalam C (capacitor) C = nilai kapasitansi dalam F (farad) V = beda potensial dalam V (volt) Dalam praktek Untuk fabrikasi kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas pelat logam (A), jarak (t) antara dua pelat logam (ketebalan dielektrik) dan konstanta dielektrik (k) bahan. Dengan rumus dapat ditulis sebagai: C = (8,85 x 1012) (k A/t) Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik sederhana Vakum k = 1 Aluminium oksida k = 8 Keramik k = 100 – 1000 Kaca k = 8 Polonium k = 3

Kemampuan kapasitor untuk menerima muatan. Coulomb pada abad ke-18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6,25 x 1018 elektron. Selanjutnya, Michael Faraday berhipotesis bahwa  kapasitor akan memiliki kapasitas 1 farad jika, dengan tegangan 1 volt, dapat membawa muatan elektron.

Dengan rumus dapat ditulis :

Q = CV

Dengan asumsi :

Q =  muatan elektron C (Coulomb)

C = nilai kapasitans dalam F (Farad)

V = tinggi tegangan dalam V (Volt)

Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut :

C = (8.85 x 10^-12) (k A/t)

Cara Kerja, Prinsip dan Besaran Kapasitor

Cara kerja kapasitor

Cara kerja kapasitor dalam  rangkaian melibatkan aliran elektron melalui kapasitor. Ketika kapasitor diisi dengan elektron, tegangan berubah. Kemudian elektron akan keluar dari  kapasitor dan mengalir ke sirkuit yang membutuhkannya. Dengan cara ini kapasitor akan membuat rangkaian reaktif. Namun tidak dapat kita pungkiri bahwa meskipun suatu elemen kapasitor memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, fungsi kapasitor tetap penting dalam suatu komponen elektronika atau bahkan suatu rangkaian elektronika.

Mengenai dua pelat atau pelat kapasitor yang dipisahkan oleh isolator, pada dasarnya tidak ada elektron yang dapat melewati ruang antara dua pelat kapasitor. Saat baterai tidak terhubung, kedua bagian akan dalam keadaan netral (tidak terisi). Ketika baterai dihubungkan, titik di mana kawat di katoda terhubung akan menolak elektron, sedangkan titik di mana anoda terhubung akan menarik elektron. Elektron akan tersebar di pelat capacitor. Untuk sesaat, elektron mengalir ke pelat kanan dan elektron  keluar dari pelat kiri; Dalam kondisi ini, arus mengalir melalui kapasitor meskipun tidak ada elektron yang mengalir di ruang antara pelat kapasitor.

Ketika bagian luar chip diisi, chip secara bertahap akan menolak pengisian baru dari baterai. Oleh karena itu, arus di pelat akan berkurang besarnya seiring waktu sampai kedua pelat berada pada tegangan  baterai. Pelat kanan akan memiliki kelebihan elektron yang diukur dengan muatan Q dan pada pelat kiri akan diisi oleh +Q.

Prinsip Pembentukan Kapasitor

Jika dua  atau lebih pelat saling berhadapan dan dibatasi oleh isolasi, pelat bermuatan, kapasitor akan terbentuk  (isolasi yang membatasi kedua pelat disebut dielektrik).

Karena bahan dielektrik yang digunakan berbeda, nama kapasitor diberikan setelah bahan dielektrik. Luas pelat yang menghadap dielektrik dan jarak antara kedua pelat mempengaruhi nilai kapasitansi. Tidak ada kapasitor parasit di sirkuit. Sifat seperti itu disebut kapasitansi parasit.

Hal ini disebabkan oleh adanya komponen tetangga pada konduktor yang berdekatan dan belitan yang berdekatan. Gambar di atas menunjukkan ada dua baffle udara. Jarak antara pelat dinyatakan dalam d dan perbedaan tegangan input.

Besaran Kapasitansi

Kapasitas dari sebuah kapasitor adalah perbandingan antara banyaknya muatan listrik dengan tegangan kapasitor. C = Q / V Jika dihitung dengan rumus C= 0,0885 D/d. Maka kapasitasnya dalam satuan piko farad D = luas bidang plat yang saling berhadapan dan saling mempengaruhi dalam satuan cm2. d = jarak antara plat dalam satuan cm. Bila tegangan antara plat 1 volt dan besarnya muatan listrik pada plat 1 coulomb, maka kemampuan menyimpan listriknya disebut 1 farad. Dalam kenyataannya kapasitor dibuat dengan satuan dibawah 1 farad. Kebanyakan kapasitor elektrolit dibuat mulai dari 1 mikrofarad sampai beberapa milifarad.

Perbedaan Arus Listrik AC Dan DC

Perbedaan Arus Listrik AC DCListrik AC DC memiliki banyak keuntungan untuk penerangan malam hari, yang sudah menggunakan lampu, dan sekarang untuk laundry. Tahukah Anda bahwa banyak orang yang menggunakan mesin cuci elektrik karena listrik jauh lebih praktis dan menghemat tenaga dan waktu? Apakah AC dan DC ada? Mungkin rata-rata orang yang tidak begitu familiar dengan sektor kelistrikan belum memahami apa itu aura AC dan DC sebenarnya. Karena banyak orang yang menggunakan listrik hanya dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menggunakannya tanpa belajar bahasa apapun.

Sekarang, saya akan menjelaskan perbedaan antara arus bolak-balik dan arus searah yang sebelumnya tidak saya pahami. Arus bolak-balik sebenarnya adalah arus bolak-balik, arus searah adalah arus searah, dan listrik sebenarnya adalah pergerakan elektron melalui konduktor. Arus bolak-balik (AC) memiliki elektron, yang selalu berubah arah dan kadang-kadang bergerak maju mundur, sedangkan arus searah (DC) memiliki elektron yang bergerak dengan arah yang sama, yaitu tetap maju.

Perbedaan Listrik AC dan DC
Skema frekwensi arus listrik AC dan DC

Perbedaan Listrik AC dan DC

Di bawah ini adalah beberapa perbedaan yang mudah dipelajari antara arus AC dan DC:

1. Arus AC

Arus bolak-balik ini aman untuk transmisi jarak jauh dan juga dapat memberikan lebih banyak daya untuk transmisi. Penyebab arah aliran elektron arus bolak-balik adalah magnet yang menarik lingkaran di sepanjang kawat. Frekuensi arus bolak-balik atau arus bolak-balik adalah 50Hz atau 60Hz, tergantung pada negara penggunaan, dan berubah arah saat mengalir melalui rangkaian. Aliran elektron selama arus bolak-balik selalu bergantian dalam arah maju dan mundur. Arus dapat diperoleh dari generator arus bolak-balik. Parameter pasif arus bolak-balik adalah impedansi.

2. Arus DC

Penyebab arah aliran elektron DC adalah magnet stabil yang diletakkan disepanjang kawat sedangkan frekuensi DC 0 (nol). Arus searah konstan sepanjang waktu. Elektron DC selalu bergerak satu arah atau bisa disebut maju. DC ini dapat diperoleh dari sel atau baterai, parameter pasif DC adalah resistansi, faktor daya DC selalu 1, tetapi jenis DC dapat dikatakan impuls atau murni.

Schneider LC1D098BD Contactor 4P

Apa itu Kontaktor?

Kontaktor, Apa itu? Kontaktor (contactor) biasanya kerap kita temui pada panel kontrol listrik. Terhadap panel, contactor berarti sebagai penyambung dan pemutus arus listrik yang bertipe AC. Bersama fungsinya itu, contactor mampu juga digunakan terhadap rangkaian elektronik lainnya sebagai pengendali arus listrik. Adanya contactor ini mampu menolong ketika seseorang merangkai peralatan elektronik bersama dengan energi yang besar.

Pengertian

Kontaktor merupakan suatu komponen listrik yang mampu digunakan untuk menyambungkan atau memutuskan arus listrik bolak-balik (AC). Komponen ini biasa disebut juga bersama dengan relay contactor yang biasanya terdapat terhadap panel kontrol listrik.

Terhadap panel kontrol listrik, contactor kerap digunakan sebagai saklar transfer dan interlock di platform ATS. Kontaktor juga sanggup dikontrol secara otomatis bersama dengan alat pilot atau sensor yang sensitif. Menjadi suatu contactor akan bermanfaat kalau dialiri listrik yang berkenaan kumparan tembaganya (Coil). Agar di dalam contactor menimbulkan medan magnet yang membuat kontak NO (Normally Open) tertutup dan NC (Normally Close) akan terbuka.

Sejarah

Pada Tahun 1950, kontaktor pertama kali diluncurkan oleh corporate OEM HVACR (Original Equipment Manufacturer Heating Ventilation Air Conditioning and Refrigeration). OEM HVACR bekerja mirip bersama corporate lainnya yang bergerak di dalam bidang yang mirip. Sebagian corporate yang saling bekerja serupa itu, bertujuan untuk membawa dampak contactor murah dan juga ramah lingkungan. Unit elektrikal ini mulanya diperuntukkan untuk pasar di benua Amerika Utara saja dan udah berstandart Nema. Tetapi, Corporate OEM HVACR ini memicu sasaran baru ke pasar asia juga yang berstandart Ice. Supaya selanjutnya kini kami mampu memakai contactor itu dan menggunakannya di dalam instalasi kelistrikan.

Kegunaan Kontaktor

Layaknya yang sudah diketahui, contactor adalah alat yang bermanfaat untuk bisa menyambungkan dan juga memutuskan arus listrik bertipe AC. Bersama demikian, arus terhadap rangkaian elektronik menjadi lebih ringan ketika mengidamkan dikontrol.

Di luar tersebut, sebenarnya kontaktor juga punya lebih dari satu kegunaan lain. Yaitu:
1. Kontrol Lighting
Berguna sebagai kontrol pencahayaan atau sebagai komponen penghubung dan pemutus arus listrik ke lampu itu. Terhadap saklar NO dan NC di kontaktor maka manfaat itu bisa dimaksimalkan.

2. Kontrol Motor Listrik
Mampu digunakan di dalam global industri sebagai komponen untuk mengontrol motor listrik yang miliki kekuatan besar. Kontaktor berguna untuk menghubungkan dan juga memutuskan arus listrik ke motor itu.

3. Transfer Switch
Dipakai pada transfer switch yang masih merupakan platform ATS. Tak hanya tersebut, kontaktor juga kerap digunakan sebagai saklar transfer dan interlock didalamnya. Alasannya, gara-gara terhadap transfer switch memerlukan kapasitas kontrol bersama dengan kekuatan besar dan juga kecepatan transfer yang mumpuni. Seluruh yang diperlukan transfer switch dimiliki oleh ciri berasal dari kontaktor itu.

4. Kontrol Sebuah Komponen Secara Otomatis
Kontrol ini memang terhadap awalnya jadi faedah primer berasal dari kontaktor. Dikarenakan kontaktor mempunyai saklar NO dan NC, yang mampu mengakses dan juga menutup arus listrik yang mengalir secara otomatis terhadap rangkaian elektronik.

Menjadi, adanya kontaktor maka arus listrik terhadap rangkaian elektronik bisa terkendali bersama maksimal. Tak sekedar tersebut, jikalau bukan tersedia arus listrik yang mengalir ulang maka contactor akan lagi ke suasana semula.

Prinsip Kerja

Kontaktor

Pada dasarnya, prinsip kerja contactor mirip layaknya relay. Dalam contactor juga terdapat komponen berupa saklar yang dikendalikan secara elektromagnetik. Tak hanya tersebut, terhadap kontaktor juga terdapat komponen saklar NO dan NC dan juga tersedia suatu kumparan tembaga. Apabila kumparan tembaga (Coil) diberikan arus listrik bolak-balik maka saklar didalamnya akan membuka atau memengaruhi kondisinya secara otomatis.

Misalkan perubahan kondisinya layaknya terhadap posisi awal saklar OFF jadi ON dan begitu juga sebaliknya. Di dalam proses itu biasanya suatu contactor memerlukan sementara selama 4-9 ms (Untuk On) dan 12-22 ms (Untuk Off). Tapi, ketika arus yang masuk kedalam contactor berhenti maka medan magnetnya akan hilang dan menyebabkanya lagi ke suasana semula.

Pada dasarnya, prinsip kerja contactor mirip layaknya relay. Di dalamnya juga terdapat komponen berupa saklar yang dikendalikan secara elektromagnetik. Tak hanya tersebut, terhadap juga terdapat komponen saklar NO dan NC dan juga tersedia suatu kumparan tembaga. Apabila kumparan tembaga (Coil) diberikan arus listrik bolak-balik maka saklar didalamnya akan membuka atau memengaruhi kondisinya secara otomatis.

Misalkan perubahan kondisinya layaknya terhadap posisi awal saklar OFF jadi ON dan begitu juga sebaliknya. Di dalam proses itu biasanya memerlukan waktu selama 4-9 ms (Untuk On) dan 12-22 ms (Untuk Off). Tapi, ketika arus yang masuk kedalam contactor berhenti maka medan magnetnya akan hilang dan menyebabkanya lagi ke suasana semula.

Model Kontaktor

Kontaktor terhadap umumnya sanggup dibedakan jadi dua type, berdasarkan kemampuannya didalam mengontrol tegangan arus listrik bertipe AC. Berikut ini adalah tipe-style contactor beserta penjelasannya:

1. 1 Phase
Tipe ini sanggup digunakan untuk mengontrol arus listrik bolak-balik 1 phase. Selain itu pada contactor 1 phase minimal memiliki 2 saklar utama didalamnya.

2. 3 Phase
Ini bisa digunakan untuk mengontrol arus listrik bolak-balik 3 phase. Tak sekedar tersebut terhadap contactor 3 phase minimal punyai 3 saklar primer didalamnya.

Bagian-Bagian Kontakor

Pada suatu contactor, pastinya punyai komponen atau bagian-bagian didalamnya agar mampu bermanfaat bersama dengan baik. Berikut ini adalah komponen atau bagian-bagian dalamnya:

1. Kontak Primer
Bagian Primer ini biasanya terdiri berasal dari tiga kontak NO (Normally Open) yang diberi angka berasal dari 1 hingga 6 dan saling berpasangan. Biasanya untuk instalasi industry, beban dihubungkan segera terhadap ketika fasa ini. Pada akhirnya, kumparan tembaga (Coil) terhadap kontaktor yang berguna untuk menentukan kontrolnya.

2. Kontak Bantu
Pada kontak bantu biasanya mempunyai kontak bantu yang terdiri berasal dari NO (Normally Open) dan NC (Normally Close).Kedua kontak itu sanggup menopang kami di dalam mengendalikan arus listrik.kontak bantu ini biasanya diberi kode penomoran berasal dari angka 13 hingga 22.

3. Kumparan Tembaga (Coil)
Kumparan tembaga terhadap kontaktor miliki karakter elektromagnetik atau sebagai penghantar tegangan berupa arus listrik. Nantinya, arus listrik itu bisa pengaruhi total kontak yang tersedia jadi open atau close disesuaikan keadaanya. Pada suatu rangkaian kontaktor, biasanya kumparan tembaga ini disimbolkan bersama dengan A1 hingga A2.

Cara Memilih Kontaktor

Bagi kami yang merancang rangkaian elektronik berdaya besar, tentunya mesti mengenakan kontaktor sebagai komponen utamanya. Bersama dengan demikian kami sanggup mengendalikan arus listrik secara otomatis terhadap rangkaian itu.

1. Sesuaikan Tegangan
Dapat menyesuaikan tegangan terhadap rangkaian elektronik. Caranya dengan mengecek coil didalamnya, lalu sesuaikan bersama dengan tegangan yang dibutuhkan. Pada kontaktor, umumnya terdapat tegangan 220 VAC, 110 VAC dan 24 Dc.

2. Sesuaikan Ampere
Kami juga mampu menyesuaikan ampere terhadap motor yang akan digunakan. Untuk mengetahuinya, kami mampu menonton ukuran ampere itu terhadap nameplate motor. Akhirnya kami pilih kontaktor yang miliki energi ampere sedikit lebih besar.

3. Sesuaikan Bersama dengan Keperluan
Di dalam memilih kontaktor, pastikan kami menyesuaikannya disesuaikan bersama dengan keperluan. Misalkan untuk instalasi penerangan maka membutuhkan kontaktor type eksklusif. Begitu juga untuk pemanfaatan komponen motor.

4. Berkualitas
Ini jadi point yang signifikan didalam memilih komponen rangkaian elektronik. Kami mesti milih yang berkualitas dan juga produsennya sudah berpengalaman di dalam bidang elektronikal. Hal ini wajib ditunaikan untuk menjamin kontaktor yang digunakan nantinnya akan bekerja secara lebih optimal.

Kesimpulan

Kesimpulannya, Kontaktor sanggup digunakan untuk menyambung dan memutus arus listrik terhadap rangkaian elektronik. Juga sangat cocok digunakan terhadap rangkaian elektronik yang mempunyai kekuatan arus listrik yang besar. Tak hanya punya manfaat itu, kontaktor juga punya fungsi lainnya layaknya mengontrol pencahayaan, motor listrik dan transfer switch. Kontaktor mampu jadi amat berfaedah dikarenakan mempunyai komponen berupa kumparan tembaga (Coil) , kontak primer dan kontak bantu didalamnya.

Tips Membeli Kabel Listrik

Tips Membeli Kabel Listrik Berkualitas Tinggi

Macam-macam Kabel

Tips membeli sebelum kabel listrik, konsumen disarankan untuk melakukan riset sebanyak mungkin mengenai jenis kabel yang akan dibeli. Tidak sedikit konsumen yang percaya bahwa semua kabel listrik yang ada di pasaran adalah sama. Faktanya, banyak kabel listrik non-standar yang umum dijual di pasaran. Tentu saja hal ini dapat merugikan dan membahayakan konsumen. Berikut adalah beberapa tips untuk membeli kabel listrik berkualitas tinggi:

Tentukan jenis kabel yang sesuai dengan kebutuhan Anda

Jenis kabel listrik biasanya diidentifikasi dengan kode huruf dan angka sebagai nama untuk menampilkan informasi tentang bahan, ukuran kabel, rating tegangan, dan jumlah konduktor dalam kabel. Jenis kabel yang tersedia di pasaran untuk aplikasi perumahan, industri, dan arsitektur adalah kabel NYM, NYY, NYA, dan NYAF. Fungsi dan resistansi berbeda tergantung pada jenis kabel. Baca juga artikel tentang jenis kabel yang cocok untuk instalasi listrik rumah tangga.

Pilih kabel dengan inti konduktor yang sesuai

Konduktor adalah bahan kabel yang dapat menghantarkan listrik. Secara umum, konduktor inti dari kabel yang banyak digunakan terbuat dari tembaga dengan kemurnian minimum 99,9 n dan aluminium dengan kemurnian minimum 99,5%. Inti konduktor kabel juga terbuat dari serat dan padat, sehingga memiliki kelebihan dan kekurangan. Karena inti konduktor yang besar dan tipis, kabel serat optik lebih fleksibel, lebih fleksibel, dan lebih mudah dipasang daripada kabel kabel tunggal. Kabel fiber optic yang tidak sesuai standar jumlah fiber biasanya kecil, sehingga mempengaruhi kualitas kabel dan biasanya tidak tahan lama.

Baca Juga:


Kabel besar terbuat dari sepotong tembaga ini. Kabel padat dianggap kuat, namun kaku, berdiameter kompak, dan murah. Oleh karena itu, sebelum Anda membeli kabel, putuskan terlebih dahulu untuk apa kabel tersebut. Baik itu untuk instalasi perangkat elektronik yang membutuhkan fleksibilitas atau untuk instalasi perumahan.

Perhatikan lapisan PVC pada kabel

Tidak sedikit yang memilih kabel dengan jaket PVC yang mudah terkelupas dengan paku atau gigi. Alasannya karena dianggap mudah dipasang. Namun, perlu diingat bahwa kabel yang mudah terkelupas biasanya tidak menggunakan PVC standar, rapuh dan kualitasnya buruk. Hal ini dapat membahayakan pengguna karena dapat menyebabkan korsleting dan mudah rusak.

Periksa standarisasi kabel yang ingin Anda beli

Semua kabel yang ada di pasaran, seperti SNI, SPLN, LMK, dan IEC, harus memenuhi standar. Biasanya, kabel yang sesuai ditandai pada jaket kabel sesuai dengan standar yang dipenuhi kabel. Standarisasi kabel pada dasarnya membantu melindungi konsumen dari produk berbahaya dan meningkatkan daya saing mereka.

Pilih merek kabel yang sudah terbukti kualitasnya

Masih tidak percaya diri dalam memilih kabel listrik berkualitas tinggi? Cara termudah untuk menentukan kabel listrik yang baik adalah dengan membeli kabel dari merek yang menjamin kualitasnya. Kabel Jembo adalah merek kabel berkualitas tinggi yang memenuhi standar yang berlaku. Kabel Jembo telah diproduksi sejak tahun 1973 dan digunakan oleh banyak perusahaan swasta dan pemerintah.

Sumber : Wikipedia, Distributor Listrik

TeSys Giga Contactor, replacement of TeSys F

What is TeSys Giga Contactor?

What is TeSys Giga Contactor? – Over more than 4 decades, the TeSys F range of contactors has built a high reputation for performance, reliability, and quality. The TeSys F range set the industrial standard for high power contactors with an installed base of millions of products. TeSys F contactors were the first choice of many OEMs, control panel builders and industrial users. But industry requirements have evolved to demand process performance monitoring through data networks and online expert services. TeSys Giga is Schneider Electric’s new range of contactors that answer these evolving needs.

TeSys Giga Contactors support the evolution of processes and offer new services to reduce nonproduction time to a minimum. Replacing TeSys F Contactors, TeSys Giga Contactors address a wide range of demanding applications with built-in advanced  features and functionalities. TeSys Giga Contactors are designed to work with components and accessories with advanced performance. The characteristics of robustness and longevity are maintained, both in the connectors and in the switching.

Continuous local and remote monitoring of contact wear optimizes predictive maintenance by allowing you to replace contacts only when necessary, facilitated by diagnostic visual indicator. Every customer will benefit from the innovative design and feature, including the compact size, wideband electronic coils, embedded auxiliary contact blocks, ergonomic design, or flexibility in connections.

TeSys Giga Contactors can be mounted in different orientation without derating, providing high flexibility of your panel design. Control wiring, auxiliary contacts and control module are accessible from the front. Contact wear is monitored by a dedicated module and shown in the front panel through LED, therefore the, predictive maintenance can be planned for replacing the complete set of switching modules, thus avoiding breakdown maintenance. Switching modules can be replaced quickly and easily thanks to their Plug and Play design.

TeSys Giga features

TeSys Giga Contactor Key Features

Advanced contactor control

  • The electronic control module provides wideband AC/DC coil control voltage, from 24 V to 500 V, allowing quick adaptation of existing industrial processes as well as new projects.
  • The low power consumption of the coils could lead to significant savings on automation equipment. It’s now possible to use interface relays with a lower rating, resulting in lower heat

Emission in the panel.

  • The low power consumption of the coils also takes up less space in the panel and simplifies the diagrams by connecting these coils directly to the output cards of the PLCs.

Simplified wiring

  • The pole pitch of the power terminals allows direct mounting and connection to TeSys Giga Electronic Overload Relays. Standardization of panel mounting and assembly reduces costs and

Assembly time.

  • Push-in connection for control terminals provides flexibility, ease of connections, and reduced assembly and installation time.

Enhanced durability

  • Durability is a top priority. TeSys Giga Contactors are designed to offer uncompromising robustness and maintenance accessibility to site technicians. The duration of production downtown is reduced, resulting in improved profitability on your investment.

Advanced diagnostic features

  • On-board diagnostics is a new feature in our latest generation of high power contactors. Counting the number of operations as well as monitoring duration of use and pole condition provides numerous benefits for the customer and improves reliability and maintenance planning.

Compact size

  • Compact size provides easy access to power connections for connecting cables and busbars.

Easy maintenance

  • The poles are designed as replaceable switching modules, so the performance of a used contactor can be fully restored. The modular design allows a quick and long-lasting replacement.
  • Coils are accessible from the front and maintained with very low down times.

Coming Soon Kontaktor TeSys Giga, Pengganti TeSys F

Apa Itu TeSys Giga?

TeSys Giga adalah kontaktor baru Schneider Electric yang menjawab kebutuhan yang terus berkembang. Kontaktor TeSys Giga mendukung evolusi proses dan menawarkan layanan baru untuk mengurangi waktu nonproduksi seminimal mungkin. Menggantikan Kontaktor TeSys F, Kontaktor TeSys Giga menangani berbagai aplikasi yang menuntut dengan fitur dan fungsionalitas canggih bawaan.

Setiap pelanggan akan mendapatkan keuntungan dari desain dan fitur yang inovatif, termasuk ukuran yang ringkas, kumparan elektronik dengan pita yang lebar, blok kontak bantu yang disematkan, desain ergonomis, atau fleksibilitas dalam koneksi.

Kontaktor TeSys Giga dapat dipasang dalam orientasi yang berbeda, memberikan fleksibilitas tinggi pada desain panel Anda. Kabel kontrol, kontak bantu, dan modul kontrol dapat diakses dari depan.

TeSys Giga Contactors memberikan solusi kontrol yang kuat untuk aplikasi AC-3/AC-3e hingga 800 A (450 kW) dan aplikasi AC-1 hingga 1050 A. Kontaktor TeSys Giga dapat menjadi bagian dari Direct OnLine Motor Starter, reversing motor Starter atau Star Delta Motor Starter dan aplikasi power switching. Kontaktor TeSys Giga menyediakan diagnostik keausan kontak dan kontrol AC/DC pita lebar. Cocok untuk koordinasi tipe 2 sesuai IEC60947-4-1. Keausan kontak dipantau oleh modul khusus dan ditampilkan di panel depan melalui LED, oleh karena itu, perawatan prediktif dapat direncanakan untuk mengganti set lengkap modul switching, sehingga menghindari kerusakan. Modul switching dapat diganti dengan cepat dan mudah berkat desain Plug and Play.

Fitur-fitur TeSys Giga

Fitur Utama TeSys Giga

Kontrol kontaktor tingkat lanjut

  • Modul kontrol elektronik menyediakan tegangan kontrol koil AC/DC pita lebar, dari 24 Volt hingga 500 Volt, memungkinkan adaptasi cepat dari proses industri yang ada serta proyek baru.
  • Konsumsi daya kumparan yang rendah dapat menghasilkan penghematan yang signifikan pada peralatan otomatisasi. Sekarang dimungkinkan untuk menggunakan relai antarmuka dengan peringkat yang lebih rendah, menghasilkan emisi panas yang lebih rendah di panel.
  • Konsumsi daya kumparan yang rendah juga memakan lebih sedikit ruang di panel dan menyederhanakan diagram dengan menghubungkan kumparan ini langsung ke kartu keluaran PLC.

Pengkabelan yang mudah

  • Terminal kutub daya memungkinkan pemasangan dan koneksi langsung ke TeSys Giga (Relai Kelebihan Beban). Standarisasi pemasangan dan perakitan panel mengurangi biaya dan waktu perakitan.
  • Koneksi push-in untuk terminal kontrol memberikan fleksibilitas, kemudahan koneksi, dan mengurangi waktu perakitan dan pemasangan.

Daya tahan yang telah ditingkatkan

  • Daya tahan (Durability) merupaka prioritas utama. Kontaktor TeSys Giga dirancang untuk menawarkan ketahanan dan aksesibilitas pemeliharaan tanpa kompromi bagi teknisi situs. Durasi produksi di pusat kota berkurang, sehingga meningkatkan profitabilitas investasi Anda.

Fitur diagnostik lanjutan

  • Diagnostik terpasang adalah fitur baru dalam kontaktor daya tinggi generasi terbaru kami. Menghitung jumlah operasi serta memantau durasi penggunaan dan kondisi tiang memberikan banyak manfaat bagi pelanggan dan meningkatkan keandalan dan perencanaan pemeliharaan.

Ukuran kompak

  • Ukuran ringkas memberikan akses mudah ke sambungan daya untuk menyambungkan kabel dan busbar.

Perawatan yang mudah

  • Kutub dirancang sebagai modul switching yang dapat diganti, sehingga kinerja kontaktor bekas dapat dipulihkan sepenuhnya. Desain modular memungkinkan penggantian yang cepat dan tahan lama.
  • Kumparan dapat diakses dari depan dan dirawat dengan waktu henti yang sangat rendah.

MCB iC60N 4P

Miniature Circuit Breaker(MCB) iC60N With C Curve

Miniature Circuit Breaker(MCB) iC60N merek Schneider adalah salah satu tipe yang terkenal di pasaran. Model lain juga tersedia tetapi merk ini lebih sering dipakai karena kualitas bagus. Disisi lain, Anda dan banyak orang mungkin tidak terlalu memusingkan merk selama mampu bekerja dengan baik.

Miniature Circuit Breaker(MCB) iC60N dengna kurva C Acti9 ini adalah pemutus sirkuit 2 Pole dengan 2 kutub yang dilindungi, arus pengenal 10 Ampere dan kurva tripping C. MCB iC60N Acti9 ini dapat dipasang pada DIN rail untuk instalasi modular. Sebagai pemutus sirkuit, kapasitas pemutusannya, menurut IEC/EN 60898-1, adalah 6000A pada 400VAC. Sebagai pemutus sirkuit, kapasitas pemutusannya, menurut IEC/EN 60947-2, adalah 20kA pada 230VAC dan 10kA pada 400VAC. Pemutus sirkuit mini ini melindungi sirkuit dari arus hubung singkat dan kelebihan beban. MCB iC60N Acti9 ini memiliki tingkat perlindungan IP20 yang sesuai dengan IEC/EN 60529 pada terminalnya.

MCB iC60N 2P

Ini menjadi IP40 sekali dalam selungkup modular dengan kelas isolasi II. mekanisme penutupan cepatnya meningkatkan masa pakainya. Keterbatasannya kelas 3 dimana menurut EN/IEC60898-1 meningkatkan biaya perlindungan sirkuit hilir. Indikator Visitrip yang unik mengurangi waktu intervensi dengan menunjukkan sirkuit yang rusak. Strip hijau Visisafe-nya menjamin pembukaan fisik kontak untuk memungkinkan pemeliharaan hilir.

MCB iC60N

Yuk Check Produk iC60N Kita Disini :

Baca Juga:

Pemutus sirkuit miniatur terminal ganda ini mencerminkan keahlian Schneider Electric dengan lebih dari 40 tahun mengembangkan perangkat modular untuk perlindungan sirkuit listrik di semua aplikasi. Ini memiliki masa pakai yang lebih lama berkat batasannya yang tinggi dan penutupan yang cepat. Produk ini sesuai dengan IEC 60898-1 dan IEC 60947-2, memiliki terminal tahan jari IP20B dengan torsi pengencangan dua kali lipat dibandingkan standar dan dapat dipasang di rel DIN. Menawarkan VisiTrip™ untuk keamanan selama pemeliharaan dan VisiSafe™ untuk mengurangi waktu intervensi.

Cara Kerja MCB
Bebas arus dan Kapasitas MCB
Box MCB mempunyai kode tertentu yaitu bebas arus dan rentang tegangan. Arus listrik dan daya yang masuk harus melalui mcb untuk memastikan apakah sesuai batas atau tidak. Jika berlebih, listrik di rumah tidak mampu menampung.

Kawat Bimetal
Cara kerja mcb listrik selanjutnya adalah proses pembatasan arus menggunakan bimetal dan sistem meteran. Jika terlalu besar, mcb akan memutuskan listrik agar berhenti sejenak. Di rumah, Anda mengurangi alat elektronik yang aktif agar arus dan daya lebih rendah. Jika beban berlebih, bimetal akan melengkung atau lepas.

Miniature Circuit Breaker(MCB) iC60N vs Sekring Manual

Miniature Circuit Breaker(MCB) iC60N terintegrasi ke meteran listrik atau dipasang terpisah. Alat ini bekerja otomatis dan memakai sistem yang kompleks. Sekring sebenarnya mirip mcb secara fungsi. Akan tetapi, Anda perlu mengganti bagian dalam setiap kali terjadi pemutusan listrik. Metodenya masih manual dan hanya untuk arus rendah.

Sumber : Wikipedia, Listrik Online